Belajar Dari Awan

BELAJAR DARI AWAN
Setujukah jika hujan adalah tangisan awan?
Awan selalu mengumpulkan kegalauan hatinya menjadi mendung
Saat awan tak sanggup lagi bertahan,turunlah rerintik hujan yang jatuh lamat-lamat
Tapi, mengapa terkadang awan melukiskan pelangi diwajahnya?
Bukankah pelangi itu simbol keceriaan?
Ternyata awan tak betah dengan kesedihan
Saat hujan turun, ia segera mengusapnya dengan hangat mentari
Hingga airmata itu menjelma menjadi warna yang merekah

Lalu, bagaimana dengan manusia?
Tatkala hati menimbun kegundahan teramat sangat, Dan kepedihan bertahta hebat
Terurailah butiran kelopak mata yang hangat
Namun, mengapa kesedihan itu merekat kuat?
Tak bisakah kita belajar dari awan?
Tetap mampu menciptakan keindahan dibalik kepedihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s