Bukan Sekedar Mimpi

Jika M.Nurul Ikhsan Saleh bisa berkata “Aku  Menulis, maka Aku Ada” itu karena karya-karyanya dalam dalam bentuk tulisan sudah tidak diragukan lagi, segudang artikelnya sudah pernah terbit di media baik lokal maupun media Nasional, sudah pernah menjuarai berbagai kompetisi Esay dan karya ilmiah, bahkan kumpulan esaynya sudah ada yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Lalu aku apa? apa yang bisa dibanggakan?

kecuali mimpi jadi penulis yang selalu aku banggakan. beberapa judul cerpen yang pernah aku ikutkan sayembara namun tidak pernah dapat juara? cerpen yang terpaksa terbit dibuletin paradigma setelah mendapat cacian dari redaktur gara-gara cerpennya melebihi kapasitas yang tersedia? atau puisi berjudul “Belajar dari Awan” yang tak sengaja aku tulis ketika aku galau?hmmmm, sejenak ku pandang langit-langit kamarku. sudah sering aku merenungkan hal ini, tapi renungan tinggalah renungan. Hanya sebuah lamunan tuk mengisi waktu luang, lalu kemudian aku kembali pada kehidupanku sebagai seorang pengangguran, bukan sebagai aktifis.

Pernah juga terlintas dibenakku ketika aku disarankan untuk menulis riwayat hidup oleh Mas Nurul, aku dikasih contoh Riwayat Hidupnya mas Nurul yang sudah jadi. Di sana dipaparkan berbagai macam pengalaman organisasi beliau dari sekolah sampai perguruan tinggi, serta berbagai prestasi yang telah ia raih. Di sana disebutkan juga satu-persatu judul tulisan yang telah terbit di media serta beberapa judul essay yang menjuarai lomba karya Tulis Ilmiah, yang semuanya itu dipaparkan menjadi 10 halaman.

Lantas aku?

apakah aku harus menulis, Pengalaman Organisasi: “tidak pernah aktif dalam organisasi apapun baik di dalam atau di luar kampus” Gubbbrakkkkkkkk@#$ mengenaskan!

kemudian pada bagian prestasi yang telah diraih: apakah harus ku tuliskan satu persatu judul cerpenku sakaligus lomba yang pernah aku ikuti, plus pemberitahuan bahwa tidak ada satupun cerpenku yang lolos menjadi juara.

1. Cerpen dengan judul “Mimpi Tanpa Aksi” hanya sebagai curahan hati saja.

2. “Airmata Kedua” terbit di buletin Paradigma yang sukses menuai kepusingan bagi redaktur antara terbit atau tidak, tapi daripada kolom cerpen kosong, jadi dengan terpaksa akhirnya terbit juga.

3. “Senyum Bidadari Ramadhan” pernah dikirim untuk lomba di salah satu penerbit dalam rangka menyembut bulan Ramadhan (tidak juara)

4. “Layang-Layang di Langit Senja” untuk lomba juga, gak juara juga.

5. “Jdikan Aku matahari” sayembara menulis kisah romantis yang diselenggarakan oleh Diva press.

6.”Dendang Wanita Berlidah Ular” hasil dari iseng mendeskripsikan seseorang disekitarku.

cukup sekian saja, karena aku tidak mau terus menerus mencerca diriku sendiri yang sama sekali belum bisa berprestasi hingga saat ini.

tapi aku yakin suatu saat nanti aku juga bisa berkata dengan bangganya “Aku Ada, Karena Aku Menulis” eits…bukan jiplak, beda dengan kata-katanya mas Nurul “Aku Menulis, maka Aku Ada”.hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s